Cahaya yang Pergi

Terkadang menetesnya sang waktu dapat melunturkan warna sepotong kenangan

Entah kapan dan dimana lagi terbitnya senyuman indah menyinari kegelapan dipadamnya kesendirian

Inginku memutar jam dinding diatas papan tulis…

Tapi apadaya tanganku tak sampai tuk menggapai..

Lalu ku terdiam dan memandang hampa terbenamnya sang mentari

Sambil berteriak dalam hati…

“akankah kenangan itu kan tertulis kembali??

kenangan-kenangan indahku yang dulu…

Mungkinkah cahaya yang dulu menembus tembok kamarku akan bersinar kembali??

Mingkinkah suara teriakan terakhirku kan bergema kembali??

Lalu apakah ku harus memejakamkan mata dan terlelap seolah tak terjadi apa-apa??

Ataukah ku harus pergidan berlari ataukah hanya sekedar diam segenggam harapan seberkas cahaya pagi menyinari hidupku lagi??

Tinggalkan Balasan